Sunday, June 4, 2017

Buat Apa Ada Pemerintah?

Jika kalian bekerja, gaji 10-30 juta/bulan (atau bapak kalian penghasilannya segini), di sebuah perusahaan ternama, maka kalian sebenarnya sama sekali tidak butuh pemerintah. Buat apa? Toh, tanpa kehadiran pemerintah, kalian baik2 saja. Mau makan, bisa kenyang. Mau jalan2 ke LN, bisa saja. Anak2 terjamin sekolahnya, kesehatan keluarga juga perusahaan yg tanggung. Yang ada, pemerintah rese sama kalian. Repot bikin e-KTP, repot bikin akte kelahiran, repot ini, repot itu, blasss, kena pajak pula, bisa 30% dari gaji (jika gajinya semakin tinggi).
Jika kalian punya usaha, pendapatan bersih bisa 10-30 juta per bulan, usaha berjalan lancar2 saja, maka lagi2, kalian tidak butuh pemerintah. Buat apa? Tanpa mereka, bisnis kalian tetap lancar. Nafkah keluarga juga terjamin, kesehatan, pendidikan juga ada duitnya. Yang ada, pemerintah malah bikin rese saja. Pas pilkada misalnya, situasi politik memanas, harap2 cemas bisnis jadi terganggu. Belum lagi, sudah dipajakin sama pemerintah, eh, tetap banyak pungli. Buat apa coba bayar pajak kalau begitu?
Dan tidak hanya untuk 10-30 juta per bulan. Jika kalian lulus kuliah, masuk perusahaan, dapat gaji 4-5 juta. Lagi2, kalian juga tidak butuh2 amat kehadiran pemerintah. Kalian bisa mencukupi hajat hidupnya, makan, sandang, papan, semua bisa kalian bereskan sendiri. Juga buat yg cuma dapat gaji 3-4 juta, lagi2, kelompok ini memang lebih sederhana hidupnya, karena gajinya lebih terbatas, tapi tanpa pemerintah, hidup mereka tetap baik2 saja. Meski macet setiap hari, gerah, panas, meski antri panjang di RS, meski repot ini, itu, kelompok ini tetap baik-baik saja.
Lantas siapa yang butuh pemerintah?


Wednesday, May 31, 2017

Keamanan di perbatasan Filipina di perkuat dengan pemasangan drone di Miangas


Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung kondisi di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Di wilayah yang berbatasan langsung dengan Filipina itu akan dipasang drone untuk memperkuat sistem keamanan. Drone itu akan membantu pihak TNI dalam menjaga pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, memperkuat pengawasan di Pulau Miangas. Ini bisa menjangkau sampai 7 kilometer sehingga efektif," ujar Olly, Rabu (31/5/2017).

Olly mengatakan, selain drone tentunya semangat warga Miangas untuk menjaga keutuhan NKRI adalah hal utama. Masyarakat beserta pemerintah bersama pihak TNI dan Polri akan menjaga NKRI.

"NKRI harus dipertahankan kedaulatannya," tegas politisi PDIP ini. 

Tak hanya itu, Olly juga menyentil soal penguatan jaringan komunikasi di Miangas. Layanan jaringan telekomunikasi di wilayah perbatasan seperti Pulau Miangas bakal semakin baik dengan dibangunnya tower oleh pihak provider.
Dia mengatakan, nantinya jaringan internet akan diperkuat dengan pertambahan tower. "Selama ini kalau jaringan untuk telepon dan SMS kan ada. Yang belum lancar jaringan internetnya," ucapnya.

Olly menambahkan, pelayanan yang diberikan provider di Pulau Miangas diharapkan dapat memberikan kelancaran jaringan telekomunikasi termasuk di seluruh wilayah perbatasan. 
 
"Karena jaringan ini sangat penting sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat,” ungkap dia.
Sementara itu Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen Ganip Warsito yang ikut mendampingi gubernur dalam kunjungan itu menjelaskan, TNI dibentuk untuk dapat bekerja bersama rakyat. Karena dengan bersatu, bangsa Indonesia akan menjadi kuat.

Ganip juga menyinggung pemberontakan di wilayah Marawi Filipina. Dia mengatakan, pihaknya juga siap mengantisipasi kemungkinan pemberontak melarikan diri ke wilayah perbatasan.

"Personel TNI siap mencegahnya. TNI siap menjaga NKRI 24 jam nonstop," tandas jenderal berbintang dua ini.Dalam kunjungan ke Miangas, turut hadir Wakapolda Sulut Brigjen Refdi Andri, Danlanud Sri Kolonel Pnb. Arifaini Nur Dwiyanto, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Sekkab Talaud Adolf Binilang.


Sumber :  (Liputan6.com/Yoseph Ikanubun)