Sejumlah analis ekonomi luar negeri mengatakan, dolar AS bisa turun ke Rp 10.000 bila Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) terpilih menjadi presiden.
Memang saat Jokowi dideklarasikan menjadi capres PDIP pada akhir pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Sejumlah bankir mengakui dahsyatnya Jokowi Effect.
Menurut Ali, Jokowi sudah sangat dikenal baik di kalangan pelaku ekonomi dalam negeri maupun asing. Pelaku ekonomi khususnya di sektor keuangan menganggap hadirnya Jokowi sebagai angin segar bagi market di Indonesia.
"Secara umum mereka (pelaku ekonomi asing) kebanyakan tertarik, mereka sudah tahu dengan Jokowi, FDI (investasi langsung) akan cukup yakin untuk masuk ke Indonesia, mereka (asing) pro Jokowi juga," ucap dia.
Namun, Ali menambahkan, efek Jokowi ini tidak akan berlangsung lama. Pasar keuangan juga punya pengaruh dari beberapa faktor bukan hanya domestik tapi internasional.
"Ini euforia sementara ya. Tapi kalau indikasi jadi pemimpin sentimennya positif bagi pasar. Secara umum Indonesia semakin baik," pungkasnya.
Sumber : Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance (Kamis, 20/03/2014 14:52 WIB)

No comments:
Post a Comment