Thursday, August 6, 2015

Ojek Pangkalan Cemburu dengan keberadaan Go-Jek

Tingginya penghasilan dan fasilitas yang dierima driver Go-Jek membuat tukang ojek pangkalan cemburu. selain itu, banyak pegawai kantor yang menjadikan Go-Jek sebagai kerja sampingan.

"Boleh ada Go-Jek sepeti dulu saja, Jangan terlalu banyak. ini pengangguran diterima, karyawan diterima, anak muda diterima. Bingung juga lihat Go-Jek lewat tiap hari. jadi cemburu sosial juga ini, " kata lukman kepada Metrotvnews.com di pangkalan ojek dapan Mall Pejaten Village, jalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015).

Lukaman menceritakan kecemburuannya bukan tanpa alasan. dia bilang, banyak driver Go-Jek punya pekerjaan utama. sementara dirinya hanya tukang ojek dengan penghasilan pas-pasan.

"Banyak yang tukang Go-Jek itu orang kantor, mereka pulang kerja ngojek sambil jalan. kalau kami benar-benar kerjaan utama. kalau enggak dapet sewa ya benar-benar enggak punya duit," ujarnya.
Kecemburuan itu meningkat saat Go-Jek mendapatkan sewa tempat di depan pangkalan ojek yang dia tempati. dia mengaku kesal dengan semua pelayanan kemudahan yang ditawarkan Go-Jek. Layanan itu membuat sebagian besar pelanggannya kabur.

"Kita kan enggak pake media apa-apa, kalau mereka tinggal pencet. makanya jangan ganggu kita. masa mereka lewat bawa sewa, padahal di sini kita belum dapat. Langganan kita juga lari ke Go-Jek sekarang," Ujarnya.

Karena kekesalan mereka, lukman dan teman-teman pangkalan ojeknya melarang Go-jek mengambil sewa dekat pangkalannya. Bahkan ojek pangkalan pernah memecahkan helm Gojek yang mengambil sewa di dekat pangkalan mereka.

Beruntung, saat itu satgas dari perusahaan Go-Jek langsung mendatangi tempat tersebut untuk menyelesaikan masalah. Sampai sekarang, Lukman dan teman-temannya mengaku tetap menolak kehadiran Go-Jek. 

FZN
Sumber : Metronews

No comments:

Post a Comment